Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

PEMBANGUNAN EKONOMI

Pembangunan Ekonomi
Suatu proses yang bertujuan untuk menaikkan pendapatan nasional suatu negara melebihi tingkat pertumbuhan penduduk

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembangunan ekonomi
Sumber daya alam (SDA) sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi.
Sumber daya manusia (SDM)yang jumlahnya besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas SDM menentukan besarnya produktivitas yang ada.
Teknologi dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi
Modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut.
Sosial Budaya yang ada di dalam masyarakat
Keadaan politik dan sistem yang berkembang

Dampak-dampak dari pembangunan ekonomi

Dampak positif :

– Adanya perbaikan lingkungan hidup melalui pembangunan pemukiman sehingga banyak daerah pemukiman baru yang lebih sehat

– Tersedianya sarana dan prasarana yang lebih baik, seperti : rumah sakit, sekolah, jalan raya, transportasi, dll

– Adanya penerangan listrik yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi

– Adanya perumahan yang layak bagi semua golongan masyarakat

– Banyaknya industri-industri yang dapat menampung banyak tenaga kerja

– Informasi yang cepat sampai karena berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi

Dampak negatif :

– Timbulnya pencemaran baik air, tanah dan udara (polusi udara)

– Rusaknya ekosistem yang dapat mengancam kelestarian alam

– Lahan-lahan pertanian yang produktif banyak yang tergusur sehingga produksi pertanian menjadi berkurang

– Adanya kesenjangan sosial dalam masyarakat

Masalah pembangunan ekonomi di Indonesia, antara lain :

– Kemiskinan dan keterbelakangan
– Pengangguran
– Berbagai ketimpangan

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

TINGKATAN MANAJEMEN

Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ” ménagement ”, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur

1. Manajemen dilihat dari Segi Seni (Art) :
Dikemukakan oleh Mary Parker Follet yang mengatakan bahwa manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain

2. Manajemen dilihat dari Segi Ilmu Pengetahuan :
Dikemukakan oleh Luther Gulick mengatakan bahwa manajemen adalah bidang pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

3. Manajemen dilihat dari segi proses :
Dikemukakan oleh James A.F. Stoner yang mengatakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Pengertian manajemen secara umum :
Kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam rangka mencapai tujuan melalui kerjasama dengan orang lain

Sejarah Manajemen

• Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

• Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia , yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Henry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya

• Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.

• Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

Unsur-Unsur Manajemen
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan unsur-unsur /alat-alat sarana yang dikenal dengan 6M, yaitu :
Men, sumber daya manusia
Money, uang
Materials, bahan baku
Machines, mesin
Method, tata cara
Markets , pasar

TINGKATAN MANAJEMEN

1, Top manajemen / manajemen puncak, tingkat tertinggi dalam manajemen

contoh: Direktur, direksi, GM, CEO

2. Middle Management / manajemen menengah

contoh : kepala Dvisi, kepala bagian, kepala pabrik

3. First line/ lower management/ manajemen bawah

contoh : supervisor, mandor

Perbandingan kinerja masing-masing tingkatan manajeman :

Semakin tinggi tingkat manajemen, maka pekerjaan semakin abstrak, pekerjaan lebih banyak menggunakan pikiran, pennghasilannya semakin besar

Sebaliknya,
Semakin rendah tingkat manajemen, maka pekerjaan lebih jelas, pekerjaan lebih banyak menggunakan fisik, penghasilannya semakin kecil

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

JENIS PENGANGGURAN

Pengangguran
adalah Golongan angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru

Penyebab terjadinya pengangguran, antara lain :
Pertumbuhan penduduk yang cepat
Menurunnya tingkat permintaan tenaga kerja
Angkatan kerja tidak mampu memenuhi kualifikasi yang diminta oleh dunia kerja
Perkembangan teknologi tidak diimbangi oleh ketrampilan dan pendidikan
Tidak adanya kecocokan upah
Tidak memiliki kemauan wirausaha
Ketidakberhasilan sektor industri kecil
Ketidakstabilan keadaan perekonomian, politik dan keamanan negara
Kurangnya informasi mengenai lowongan kerja

a. Jenis Pengangguran Menurut Sebab terjadinya
1. Pengangguran siklis/konjungtur :
disebabkan oleh siklus ekonomi atau merosotnya kegiatan perekonomian, misalnya : terjadinya krisis ekonomi global membuat banyak perusahaan bangkrut yang berimbas pada PHK karyawan
Cara mengatasi :
Peningkatan daya beli masyarakat
Mengarahkan permintaan masyarakat untuk membeli barang dan jasa
Memperluas pasar barang dan jasa
Mengatur suku bunga bank agar tidak terlalu tinggi

2. Pengangguran struktural:
disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi suatu negara, misalnya: perubahan dari sektor agraris ke industri sehingga terjadi pengangguran di sektor agraris
Cara mengatasi :
Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
Mendirikan industri padat karya
Meningkatkan mobilitas modal dan tenaga kerja
Memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang berlebihan ke tempat dan sektor yang kekurangan

3. Pengangguran Teknologi:
disebabkan adanya modernisasi /kemajuan teknologi dalam berproduksi, misalnya : pabrik yang dulu menggunakan tenaga kerja manusia diganti dengan mesin mesin, akibatnya mengurangi tenaga kerja manusia
Cara mengatasi :
Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan cara memasukkan materi kurikulum pelatihan teknologi di sekolah.
Pengenalan teknologi sejak dini
Pelatihan tenaga pendidik untuk penguasaan teknologi

4. Pengangguran Friksional:
disebabkan adanya kesulitan temporer, yaitu pergeseran yang tiba-tiba terjadi pada penawaran dan permintaan tenaga kerja sehingga sulit mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja yang ada. Misalnya : pekerja yang berkeinginan memperoleh pekerjaan yang lebih baik, selama proses seleksi ia akan menunggu maka ia dapat dikategorikan sebagai pengangguran friksional
Cara mengatasi :
Memberikan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja
Menyusun rencana penggunaan tenaga kerja sebaik mungkin
Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM

5. Pengangguran Musiman :
disebabkan adanya pergantian/perubahan musim, biasanya terjadi di daerah pertanian, misalnya : petani yang menunggu musim panen, maka ia akan menganggur untuk sementara waktu
Cara mengatasi :
Pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain
melakukan pelatihan keterampilan tenaga kerja di waktu luang
mengadakan pelatihan kerja

6. Pengangguran Voluntary/sukarela :
disebabkan adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja tetapi dengan sukarela tidak bekerja, sebab ia memperoleh penghasilan dari harta/kekayaan mereka, misalnya: seorang yang menyewakan rumah
Cara mengatasi :
Menarik Investor baru
Pengembangan transmigrasi
Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM

7. Pengangguran Deflasioner :
disebabkan karena lowongan pekerjaan tidak cukup untuk menampung pencari kerja
Cara mengatasi :
Pelatihan tenaga kerja
Menarik investor baru
Pengembangan transmigrasi

b. Jenis Pengangguran Menurut Sifatnya
1. Pengangguran Terbuka
adalah orang yang sama sekali tidak bekerja dan tidak berusaha mencari pekerjaan

2. Setengah Menganggur
adalah orang yang bekerja tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari jam kerja, produktivitas kerja, dan penghasilannya, misalnya :
-pekerjaan yang seharusnya dilakukan 2 orang dikerjakan 4 orang, berarti 2 orang diantaranya adalah setengah menganggur
– orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dapat dikatakan setengah menganggur

3. Pengangguran Terselubung
tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu, misalnya : seorang sarjana yang bekerja sebagai tukang parkir mobil

Menghitung angka pengangguran
Menggunakan rumus :
Jumlah pengangguran
Angka pengangguran = ———————- ——————————— x 100 %
jumlah angkatan kerja

contoh Soal :
Jumlah pengangguran di RT 5 RW 3 Wonokromo adalah 900 jiwa dan jumlah angkatan kerjanya 4.500 jiwa. Hitunglah angka pengangguran !

Jawab :

Angka pengangguran :

jumlah pengangguran
= ————————————- x 100%
Jumlah angkatan kerja
900

= ——————– x 100 %
4.500

= 20 %

Dampak-dampak Pengangguran
1.Dampak Ekonomi , antara lain :
menurunnya tingkat pendapatan masyarakat
menurunnya hasil produksi
terhambatnya pertumbuhan ekonomi
penghasilan pajak negara menurun.

2. Dampak Sosial , antara lain :
naiknya tingkat kriminalitas
naiknya jumlah orang stres
naiknya jumlah orang bunuh diri

3. Dampak Individu dan Keluarga, antara lain :
retaknya hubungan keluarga
turunnya status sosial,
hilangnya harga diri,

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

KOPERASI SEKOLAH

Koperasi Sekolah ialah koperasi yang didirikan oleh para siswa sebagai tempat pendidikan dan latihan berkoperasi di sekolah. Koperasi Sekolah tidak berbentuk badan hukum, tetapi mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi dari Kantor Departemen Koperasi.
Ciri-ciri Koperasi Sekolah
Bentuknya Badan Usaha yang tidak berbadan Hukum.
Anggotanya siswa-siswa sekolah tersebut.
Keanggotannya selama kita masih menjadi siswa.
Koperasi sekolah dibuka pada waktu istirahat.
Sebagai latihan dan praktek berkoperasi.
Melatih disiplin dan kerja.
Menyediakan perlengkapan pelajar.
Mendidik siswa hemat menabung.
Tempat menyelanggarakan ekonomi dan gotong royong

Fungsi Koperasi sekolah

a.Merupakan alat pendidikan dan penerapan pengetahuan di bidang ekonomi dengan berasas gotong-royong

b. Merupakan alat untuk mengusahakan kebutuhan sekolah bagi para siswa

c. Sebagai tempat kegiatan menabung di sekolah

Tujuan didirikan Koperasi sekolah yaitu
1. Memasyarakatkan koperasi melalui pendidikan ekonomi dan koperasi di sekolah
2. Menanamkan dan mendidik kesadaran hidup bergotong-royong dan setia kawan di antara para siswa
3. Menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan jiwa demokrasi pada siswa
4. Menunjang pendidikan sekolah ke arah kegiatan-kegiatan praktis yang dapat memenuhi kebutuhan para siswa
5. Menunjang program pembangunan pemerintah di sector perkoperasian melalui program pendidikan koperasi di sekolah
6. Mendidik para siswa agar menjadi Warga Negara Indonesia yang berguna dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan negara
Dasar-dasar pertimbangan pendirian koperasi sekolah
Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah.
Menumbuhkan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa.
Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, agar kelak berguna di masyarakat.
Membantu kebutuhan siswa serta mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah.

Struktur Organisasi Sekolah
Anggota
Pengurus
Badan Pemeriksa
Pembina dan Pengawas
Badan Penasehat
Perangkat organisasi koperasi sekolah
Rapat anggota koperasi sekolah
Pengurus koperasi sekolah
Pengawas koperasi sekolah
Dewan penasihat koperasi sekolah
Untuk keperluan bimbingan pada koperasi sekolah, diangkat penasihat koperasi sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas :
Kepala sekolah yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya (exofficio);
Guru pada sekolah yang bersangkutan; dan
Salah seorang wakil persatuan orang tua murid yang memiliki pengalaman di bidang koperasi
Pelaksana harian

Pelaksana harian bertugas mengelola usaha, administrasi, dan keuangan. Pelaksana harian dapat diatur bergantian antara pengurus koperasi sekolah atau ditunjuk secara tetap atau bergantian antara siswa anggota koperasi yang tidak menduduki jabatan pengurus atau pengawas koperasi.
Rapat anggota

Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota. Di sini para anggota dapat berbicara, memberikan usul dan pertimbangan, menyetujui suatu usul atau menolaknya, serta memberikan himbauan atau masukan yang berkenaan dengan koperasi. Oleh karena jumlah siswa terlalu banyak, maka dapat melalui perwakilan atau utusan dari kelas-kelas. Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan paling sedikit sekali dalam setahun, ada pula yang mengadakan dua kali dalam satu tahun, yaitu satu kali untuk menyusun rencana kerja tahun yang akan dan yang kedua untuk membahas kebijakan pengurus selama tahun yang lampau. Agar rapat anggota tahunan tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka rapat dapat diadakan pada mas liburan tahunan atau liburan semester. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi sekolah, rapat anggota mempunyai wewenang yang cukup besar. Wewenang tersebut misalnya:
Menetapkan anggaran dasar koperasi;
Menetapkan kebijakan umum koperasi;
Menetapkan anggaran dasar koperasi;
Menetapkan kebijakan umum koperasi;
Memilih serta mengangkat pengurus koperasi;
Memberhentikan pengurus; dan
Mengesahkan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
Hal yang dibicarakan rapat anggota tahunan
Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau.
Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.
Penilaian laporan pengawas
Menetapkan pembagian SHU
Pemilihan pengurus dan pengawas
Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya
Masalah-masalah yang timbul

Pengelolaan Koperasi sekolah
Koperasi berada harus di lingkungan sekolah
Tugas siswa adalah belajar, jadi tidak dapat dengan sepenuhnya mengeban tugas pengelolan koperasi sekolah
Siswa belum berpengalaman, sehingga siperlukan campur tangan dari pihak sekolah dalam pengelolan koperasi sekolah

Berbagai jenis usaha koperasi sekolah

Koperasi sekolah menyelenggarakan usaha-usaha sebagai berikut:
Unit usaha pertokoan keperluan sekolah, menyediakan alat tulis-menulis, buku-buku pelajaran, dll
Unit usaha pertokoan untuk keperluan lain misalnya alat-alat praktek sekolah,
Unit usaha kafetaria atau kantin, menyediakan minuman dan makanan (kecil) para siswa
Unit usaha simpan pinjam, mewajibkan para anggota (siswa di sekolah) untuk membayar simpanan wajib secara teratur dan menggiatkan anggota untuk menabung atau menyimpan sukarela secara teratur agar mudah pengelolaannya
Unit usaha jasa, misalnya jasa fotokopi, jasa penjilidan, jasa pengetikan

Ketentuan kepengurusan koperasi sekolah sebagai berikut:

Koperasi sekolah dipimpin oleh pengurus dari kalangan anggota koperasi sekolah yang dipilih rapat anggota

Umumnya bendahara dan pengawas dipilih dari kalangan siswa/ murid anggota koperasi

Pengawas dan bendahara bertanggung jawab kepada pimpinan/ kepala sekolah

Pengurus koperasi sekolah terdiri atas :

Para siswa anggota koperasi

Jumlah anggota atau pengurus 5 orang dan sekurang-kurangnya 3 orang

Kepala sekolah dapat menunjuk beberapa orang guru untuk ikut serta menjadi pengurus koperasi sekolah, dengan ketentuan sebanyak-banyaknya sepertiga dari jumlah anggota pengurus yang dipilih oleh para anggota

Tugas pengurus koperasi
Mengelola usaha koperasi sekolah
Megajukan rencana kerja dsna rencana anggaran koperasi sekolah
Menyelenggarakan rapat anggota koperasi
Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya dan mengajukan laporan keuangan koperasi
Mememelihara daftar buku anggota dan pengurus

Wewenang pengurus koperasi
Mewakili koperasi di dalam dan di luar sekolah
Membuat keputusan mengenai anggota
Melakukan tindakan sesuai dengan tanggungjawabnya yang diberikan dalam rapat anggota

Hal yang dibicarakan dalam
rapat anggota tahunan

1. Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau.

2. Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.

3. Penilaian laporan pengawas

4. Menetapkan pembagian SHU

5. Peilihan pengurus dan pengawas

6. Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya

7. Masalah-masalah yang timbul

Dewan penasihat koperasi sekolah
Untuk keperluan bimbingan pada koperasi sekolah, diangkat penasihat koperasi sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas :
Kepala sekolah yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya
Guru pada sekolah yang bersangkutan; dan
Salah seorang wakil persatuan orang tua murid yang memiliki pengalaman di bidang koperasi

Modal Koperasi Sekolah

a. Modal Koperasi sekolah diperoleh dari :

1) Simpanan anggota

2) Cadangan

3) Pinjaman

4) Bantuan dari pemerintah dan pihak lain serta

5) Sisa hasil usaha yang tidak dibagi

b. Modal yang diperoleh dari simpanan anggota ialah :

1) Simpanan pokok

2) Simpanan wajib

3) Simpanan wajib khusus

4) Simpanan sukarela

c. Pinjaman dapat diperoleh dari :

1) Pemerintah atau dari sekolah yang bersangkutan,

2) Orang tua murid

3) Koperasi lain, dan

4) Lembaga perkreditan, misalnya dari bank

Sisa hasil usaha koperasi yaitu pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun. Setelah dikurangi pungutan-pungutan dan biaya-biaya yang menjadi beban dalam tahun yang bersangkutan.

Sisa hasil usaha dirinci untuk :
Cadangan koperasi
Dana pengurus
Dana karyawan
Dana pendidikan koperasi
Dana sosial
Dana kesejahteraan siswa
Dana pembangunan sekolah

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

UANG DAN BANK

Jenis Uang
Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis.
Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuat uang, uang dibedakan menjadi sebagai berikut.
Uang logam, yaitu uang yang dibuat dari logam, contohnya uang Rp25,00, Rp50,00, Rp100,00. Uang tersebut dapat dibuat dari emas, perak, tembaga, atau nikel dengan bentuk dan kadar berat tertentu serta dengan ciri-ciri tertentu pula untuk menghindari pemalsuan. Ciri-ciri tersebut diumumkan oleh pemerintah agar diketahui masyarakat.
Uang kertas, yaitu uang yang dibuat dari kertas, contohnya uang Rp500,00, Rp1.000,00, Rp5.000,00, Rp10.000,00, Rp20.000,00 Rp50.000,00, Rp100.000,00. Uang tersebut dibuat dengan kertas khusus supaya sulit dipalsukan.
Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan menjadi:
Uang kartal (kepercayaan) yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal di negara kita terdiri atas uang logam dan uang kertas.
Uang giral (simpanan di bank) yaitu dana yang disimpan pada rekening koran di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantara cek, bilyet giro, atau perintah membayar. Uang giral dikeluarkan oleh bank umum dan merupakan uang yang tidak berujud karena hanya berupa saldo tagihan di bank.
Berdasarkan nilainya, uang dibedakan menjadi sebagai berikut.
Uang bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang bernilai penuh terbuat dari logam.
Uang tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) lebih rendah daripada nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang tidak bernilai penuh terbuat dari kertas.
Fungsi Turunan Uang
Fungsi turunan uang sebagai berikut.
Uang sebagai alat pembayaran
Sebagai alat pembayaran, apabila uang digunakan untuk melunasi kewajiban. Contoh: penggunaan uang untuk membayar utang, membayar rekening listrik, membayar pajak, dan membayar uang sekolah.
Uang sebagai alat untuk menabung
Keadaan keuangan seseorang kadang tidak tetap. Suatu hari mempunyai kelebihan uang, dan di waktu yang lain kekurangan uang untuk pembayaran tertentu. Di waktu ada kelebihan uang, kalian dapat menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang, dan sebelum digunakan dapat kalian tabung terlebih dahulu.
Uang sebagai pemindah kekayaan Jika orang tua kalian mempunyai tanah di desa, padahal orang tua kalian tersebut tinggal di kota karena bekerja; tanah yang di desa dapat dijual untuk membeli tanah di kota untuk tempat tinggal. Dengan begitu, orang tua kalian tidak perlu mengontrak rumah, melainkan tinggal di rumah sendiri. Dalam hal ini, uang berfungsi sebagai pemindah kekayaan bagi orang tua kalian, yaitu memindahkan kekayaanyang berupa tanah.
Uang sebagai pembentuk/penimbun kekayaan Uang dapat digunakan untuk membentuk kekayaan. Kalian dapat menabung sedikit demi sedikit untuk persiapan melanjutkan kuliah nanti. Setiap ada kenaikan jumlah tabungan (hal-hal lain dianggap tetap), maka kekayaan kalian tersebut bertambah. Tambahan kekayaan tersebut pada dasarnya merupakan pembentuk/penimbun kekayaan.
Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi Uang dapat merangsang seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, uang berfungsi sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Benarkah demikian? Ya, karena demi uang banyak orang bekerja keras setiap harinya. Sebaliknya, orang lebih mudah melakukan kegiatan ekonomi jika ia mempunyai modal.
Nilai Uang
1. Nilai Nominal
Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang bersangkutan
2. Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik uang adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang.
3. Nilai Riil
Nilai riil uang adalah nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasav yang dapat ditukar dengan uang itu

Pengertian Bank
Kata bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banca yang berarti meja yang digunakan sebagai tempat penukaran uang. Menurut Undang-Undang N0. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

Sesuai dengan fungsi dan tujuan bank tersebut, ada tiga tugas utama bank yang
juga dikenal dengan produk-produk bank.
Bank sebagai Penghimpun Dana Masyarakat (Kredit Pasif). Penghimpunan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh bank dapat dengan cara-cara sebagai berikut:
1) Rekening koran/giro (demand deposit), yaitu simpanan yang dapat diambil atau digunakan untuk membayar sewaktu-waktu.
2) Deposito berjangka (time deposit), yaitu simpanan pada bank yang penarikannya hanya boleh dilakukan setelah jatuh tempo.
3) Sertifikat deposito, yaitu deposito berjangka yang sertifikatnya dapat diperjualbelikan.
4) Tabungan, yaitu simpanan di bank yang penarikannya dapat sewaktuwaktu.
5) Deposit on call, yaitu simpanan tetap yang berada di bank selama pemiliknya tidak menggunakan. Jika pemiliknya akan menggunakan, pemilik tersebut harus memberitahukan terlebih dahulu.
6) Deposit automatic roll over, yaitu deposito yang sudah jatuh tempo tetapi diperpanjang secara otomatis selama belum diambil.
Bank sebagai Penyalur Dana Masyarakat (Kredit Aktif)
Bank dapat menyalurkan dananya kepada masyarakat dengan cara-cara sebagai berikut.
1) Kredit rekening koran, yaitu peminjaman kepada nasabah yang pengambilannya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah tersebut.
2) Kredit reimburse (letter of credit), yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah atas pembelian sejumlah barang dan yang membayar adalah pihak bank.
3) Kredit aksep, yaitu pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah dengan mengeluarkan wesel. Wesel tersebut selanjutnya dapat diperdagangkan.
4) Kredit dokumenter, yaitu pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang telah disetujui oleh kapten kapal yang mengangkut barang tersebut.
5) Kredit dengan jaminan surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah untuk membeli suratsurat berharga, dan sekaligus surat-surat berharga tersebut sebagai jaminan kreditnya.
Bank sebagai Perantara dalam Lalu Lintas Pembayaran
Bank dapat bertindak sebagai perantara lalu lintas pembayaran dengan memberikan jasa sebagai berikut.
1) Transfer (pengiriman) uang, yakni pengiriman uang antar daerah atau antar negara yang dilakukan oleh bank, atas permintaan nasabah atau masyarakat. Melakukan inkaso. Bank atas nama nasabah melakukan penagihan surat utang atau wesel kepada pihak lain.
2) Menerbitkan kartu kredit (credit card). Bank menerbitkan kartu kredit untuk nasabah sehingga nasabah dapat melakukan transaksi pembelian di supermarket tanpa perlu membawa uang tunai.
3) Mendiskonto. Bank menjamin jual beli surat berharga yang terjadi di masyarakat.
4) Mengeluarkan cek perjalanan (traveler’s check).Untuk memudahkan transaksi dalam perjalanan, bank menyediakan cek perjalanan.
5) Automated teller machine (ATM), yaitu tempat nasabah mengambil uang tunai yang ditangani oleh mesin.
6) Pembayaran gaji karyawan. Suatu perusahaan/instansi dapat membayar gaji karyawannya melalui bank.
7) Save Deposit Box (SDB), yaitu tempat penyimpanan surat/dokumen penting/ berharga.
Jenis-Jenis Bank
1. Bank Umum
1) Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran
Bank umum di Indonesia dilihat dari kepemilikannya terdiri atas:
Bank pemerintah, seperti BRI, BNI, BTN. Bank Pembangunan Daerah (BPD), seperti BPD DKI Jakarta.
Bank Swasta Nasional Devisa, seperti BCA, NISP, Bank Danamon.
Bank Swasta Nasional Bukan Devisa.
Bank Campuran, contoh Sumitomo Niaga Bank.
Bank Asing, seperti Bank of America, Bank of Tokyo.
2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Pembagian bank selain didasarkan Undang-Undang Perbankan dapat juga dibagi menurut kemampuan bank menciptakan alat pembayaran, yang meliputi:
1. Bank Primer yaitu bank yang dapat menciptakan alat pembayaran baik berupa uang kartal maupun uang giral. Bank yang termasuk kelompok ini adalah: Bank Sentral atau Bank Indonesia sebagai pencipta uang kartal. Selain itu tugas
a. Bank Sentral diantaranya: menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter;
– mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; dan
– mengatur dan mengawasi bank.
b. Bank Umum sebagai pencipta uang giral (uang yang hanya berlaku secara khusus dan tidak berlaku secara umum).
2 Bank Sekunder yaitu bank yang tidak dapat menciptakan alat pembayaran dan hanya berperan sebagai perantara dalam perkreditan yang tergolong dalam bank ini adalah Bank Perkreditan Rakyat

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

KEBUTUHAN

Apakah KEINGINAN=KEBUTUHAN ?

Keinginan adalah perasaan manusia untuk memiliki sesuatu barang/ jasa, yang tidak harus dipenuhi. Meskipun tidak dipenuhi tidak akan mengganggu kelangsungan hidup

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan juga merupakan keinginan manusia terhadap barang/jasa , yang harus dipenuhi agar dapat memberikan kepuasan baginya.

Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia :

Usia, Pendidikan, Kondisi alam, Adat istiadat, Kemajuan teknologi, Penghasilan, Pekerjaan, dll

Macam-macam kebutuhan manusia

A. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Intensitasnya/Tingkat Kepentingan
1. Kebutuhan Primer
adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi karena merupakan kebutuhan pokok dan untuk mempertahankan kelangsungan hidup, Contoh: makanan, rumah tempat tinggal, pakaian

2. Kebutuhan Sekunder
adalah kebutuhan yang timbul setelah kebutuhan primer terpenuhi dan sebagai penunjang untuk memelihara kelangsungan hidup, pemenuhannya dapat ditunda setelah semua kebutuhan primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Contoh: perabot rumah tangga, meja, kursi, tv

3. Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux
adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Contoh : mobil mewah, berlian, laptop jalan-jalan ke hawai, apartemen

B.Kebutuhan Manusia Berdasarkan Sifat

1. Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik
adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contoh : makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, kacamata

2. Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental
adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contoh : mendengarkan musik, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, kasih sayang

C. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu
1. Kebutuhan Sekarang
adalah kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu juga waktu membutuhkannya. Contoh: makan karena sangat lapar, minum karena haus, ketika sakit minum obat, buang air kecil/besar

2. Kebutuhan Masa Depan
adalah kebutuhan yang dapat ditunda serta dipenuhi di lain waktu di masa yang akan datang, atau untuk kebutuhan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, Contoh : pendidikan tinggi, asuransi, menabung, membeli mobil terbaru, payung,

3. Kebutuhan Tidak Terduga
kebutuhan yang secara tiba-tiba harus dipenuhi, Contoh : berobat ke dokter karena kecelakaan, tambal ban yang bocor, tempat pengungsian waktu ada bencana alam

D. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Subjek / penggunanya

1. Kebutuhan Individu / Pribadi
adalah kebutuhan yang dipenuhi oleh orang perseorangan secara pribadi, berbeda satu dengan yang lainnya. Contoh: sikat gigi, sekolah, KTP, beribadah, kacamata

2. Kebutuhan Sosial / Kolektif / Bersama
adalah kebutuhan yang bersifat umum dan merupakan kebutuhan orang banyak. Contoh: jalan umum, jembatan, penerangan tempat umum, terminal, stadion olahraga, berorganisasi, rumah sakit.

Alat Pemuas Kebutuhan
Barang adalah benda-benda yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia karena berguna/bermanfaat
Jasa adalah tindakan-tindakan ekonomis yang dilakukan oleh individu/bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan manusi
Perbedaan barang dan jasa
Secara teknis : barang berwujud, jasa tidak berwujud
Secara ekonomis : barang dapat disimpan, jasa tidak dapat disimpan

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

KELANGKAAN

Kelangkaan yaitu kondisi dimana barang dan jasa yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota masyarakat dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan dikarenakan kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan
( barang dan jasa ) terbatas

Faktor-faktor Penyebab Kelangkaan
1. Sumber daya alam yang ada jumlahnya terbatas
2. Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia
3. Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada
4. Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan pemuas kebutuhan
5. Kerusakan sumber daya alam karena terjadinya bencana alam

Upaya mengatasi kelangkaan
1. Tidak merusak sumberdaya alam yang ada
2. Memperbaharui sumber daya alam yang dapat diperbaharui
3. Menghemat penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
4. Menggunakan teknologi yang lebih baik untuk mengolah sumber daya alam yang ada

Macam-Macam Barang

A. Menurut Cara penggunaanya :
1. Barang Produksi adalah barang yang digunakan dalam proses produksi. contoh : bahan baku (gandum untuk produksi roti), mesin tekstil untuk memintal kain, truk untuk mengangkut bahan baku

2. Barang Konsumsi adalah barang yang dapat dikonsumsi secara langsung untuk memenuhi kebutuhan contoh : makanan, minuman, pakaian

B. Menurut fungsinya :
1. Barang Subtitusi, adalah barang yang fungsinya dapat saling menggantikan, contoh : nasi dan jagung, bus kota dan mikrolet, pulpen dan pensil

2. Barang Komplementer, adalah barang yang akan lebih berguna jika digunakan secara bersamaan , contoh : mobil dan bensin, DVD dan DVD player

C. Menurut cara memperolehnya :
1. Barang Bebas, adalah barang yang untuk memperolehnya memperolehnya tanpa harus mengeluarkan pengorbanan, karena jumlahnya yang banyak di alam. Contoh : udara, air di laut, sinar matahari, batu di sungai

2. Barang Ekonomis, adalah barang yang untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan tertentu. Contohnya: Pakaian, batu di toko bangunan

D. Menurut proses pembuatannya :
1. Barang Mentah/Bahan Baku, adalah bahan dasar suatu barang yang belum mengalami proses pengolahan, Contoh : Kayu, batubara, padi

2. Barang Setengah Jadi, adalah barang mentah yang masih harus mengalami proses lebih lanjut ,Contoh : Benang,tepung.

3. Barang Jadi, adalah barang yang telah selesai mengalami proses pengolahan dan siap untuk digunakan, Contoh : pakaian, kendaraan

E. Barang menurut kualitasnya :
1. Barang Superior, adalah barang yang memiliki kualitas tinggi , Contoh : Pakaian karya desainer terkenal

2. Barang Inferior, adalah barang yang memiliki kualitas rendah Contoh : Pakaian bekas di pasar loak, beras murah.

F. Menurut daya tahannya
1. Barang tahan lama, adalah barang yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tidak akan habis, hanya akan berkurang nilai ekonomisnya karena mengalami penyusutan, contoh : mesin, mobil, peralatan, bangunan

2. Barang tidak tahan lama, adalah barang yang jangka waktu pemakaiannya tidak lama, akan habis digunakan sekali atau beberapa kali, contoh : makanan, minuman, tissue, shampo

3. Barang tidak habis pakai, adalah barang yang tidak akan habis walau dipakai sampai kapanpun , contoh : sinar matahari, air, udara

Kegunaan Barang/jasa ( Utility ) adalah kemampuan suatu barang/Jasa untuk memuaskan kebutuhan, macam-macam kegunaan barang :

1. Kegunaan Bentuk ( Form Utility )
suatu barang akan lebih berguna jika berubah bentuknya contoh : kayu gelondongan dijadikan meja, pasir untuk membangun rumah, beras dijadikan nasi

2. Kegunaan Waktu ( Time Utility )
Suatu barang akan lebih berguna jika digunakan pada waktu yang tepat. Contoh : payung digunakan pada waktu hujan, helm digunakan waktu berkendaraan motor

3. Kegunaan Tempat (Place Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika telah berpindah tempat, Contoh : pasir di sungai akan lebih berguna jika berada di toko bahan bangunan

4. Kegunaan Kepemilikan (Own Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika dimiliki seseorang. Contoh : HP di toko akan lebih berguna jika sudah dibeli, cangkul akan lebih berguna jika dimiliki petani

5. Kegunaan Unsur (Element Utility)
Kegunaan barang yang sesuai dengan unsurnya/bahan dasarnya, Contoh : tepung terigu digunakan untuk membuat kue, beras dimasak menjadi nasi

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

FUNGSI MANAJEMEN

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Agar dapat membuat rencana secara teratur dan logis, sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya.

2. Pengorganisian (Organizing)
Pengorganisasian berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antarbagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan struktur tersebut. Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.

3.Menggerakkan (Actuating)
Menggerakkan atau Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Didalam Actuating terdapat pula tindakan pengarahan ( Directing)

4. Pengawasan (Controlling )
Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam tindakan controlling terdapat tindakan pengevaluasian ( Evaluating)

Bentuk-bentuk Organisasi
1. Organisasi Garis
Organisasi tertua, paling sederhana, biasanya digunakan dalam organisasi militer. Penciptanya Henry Fayol. Cirinya : organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit, karyawan saling kenal, spesialisasi kerja belum tinggi

2. Organisasi Garis dan Staf
Penciptanya Harrington Emerson. Cirinya : terdapat satu atau lebih staf / ahli pada bidang tertentu, organisasinya besar, daerah kerjanya luas, mempunyai bidang-bidang tugas yang beragam dan rumit, serta jumlah karyawan yang banyak.

3. Organisasi Fungsional
Penciptanya F.W Taylor, cirinya : beberapa pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

Gaya Kepemimpinan
1. Otoriter, adalah pemimpin yang mengambil keputusan tanpa melibatkan bawahan. Dia menganggap hubungan pimpinan dan bawahan adalah majikan dan buruh

2. Demokratis, adalah pemimpin yang mengakomodasikan pendapat arus bawah dalam pengambilan keputusan. Dia menganggap dirinya dan bawahannya adalah satu tim

3. Liberal / Bebas, adalah pemimpin yang memberikan kebebasan bawahan dalam pengambilan keputusan

Bidang-Bidang Manajemen
1. Manajemen Produksi
2. Manajemen Pemasaran
3. Manajemen Keuangan
4. Manajemen Sumber Daya Manusia/ Personalia
5. Manajemen Administrasi Kantor /Akuntansi

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

BADAN USAHA

Badan Usaha
adalah kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atau memberi pelayanan kepada masyarakat

Perusahaan
adalah kesatuan teknis dalam produksi yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa
Perbedaan badan Usaha dengan Perusahaan

Bentuk-bentuk badan usaha
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.

Keunggulan:
1. relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
2. tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan tertentu
3. seluruh keuntungan dinikmati sendiri
4. jangka waktu badan usaha tidak terbatas
5. sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
6. Pemilik bebas mengatur perusahaan sesuai dengan pandangannya.
7. Rahasia perusahaan bisa lebih terjamin.
8. Saat menghadapi masalah, pemilik dapat mengambil keputusan dengan cepat.

Kelemahan :
1. Kemampuan tenaga dan modal terbatas, karena hanya didirikan oleh seorang diri.
2. Kesinambungan badan usaha perseorangan kurang terjamin, karena hanya tergantung oleh pemilik tunggal.
3. Segala tanggung jawab dan risiko badan usaha perseorangan dipikul sendiri, dengan jaminan seluruh harta pribadi
4. keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih

2. FIRMA
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
Keunggulan :
1. Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
2. Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
3. Pendiriannya tidak memerlukan akte pendirian
4. Mudah memperoleh kredit usaha
5. Kelangsungan firma lebih terjamin karena tidak tergantung pada seorang saja.
6. Dapat dilakukan pembagian kerja dalam kepemimpinan, sesuai dengan kecakapan para anggota
7. Dapat mengumpulkan modal yang lebih besar.
8. Risiko firma tidak hanya ditanggung seorang diri, melainkan ditanggung bersama oleh para anggota.

Kelemahan :
1. Kerugian akibat perbuatan salah seorang pemilik ditanggung anggota lain karena semua resiko firma ditanggung bersama.
2. Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
3. Kalau ada perbedaan pandangan diantara pemilik, ada kemungkinan akan timbul perselisihan dalam menjalankan firma
4. Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.

3. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.
Keanggotaan dalam CV :
1. Anggota aktif: anggota yang bertindak sebagai pengelola perusahaan. Anggota ini bertanggung jawab penuh atas jalannya CV. Apabila CV bangkrut, maka seluruh kekayaan pribadi anggota aktif digunakan untuk melunasi utang-utang perusahaan.
2. Anggota pasif: juga disebut sekutu komanditer atau anggota pasif. Anggota ini hanya sebagai penanam modal CV. Apabila CV bangkrut anggota ini berhak menuntut modalnya kepada anggota aktif

Keunggulan :
1. modal besar karena didirikan banyak pihak
2. mudah mendapatkan kredit pinjaman
3. ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
4. Pendirian CV relatif mudah, karena biasanya sebelumnya sudah terbentuk badan usaha yang lain.
5. Modal yang dikumpulkan bisa lebih besar daripada kalau berbentuk usaha perseorangan.
6. Pengelolaan CV bisa lebih baik daripada kalau berbentuk badan usaha perseorangan.

Kelemahan :
1. sebagian anggota (sekutu aktif) mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas, sedangkan sebagian anggota lain (sekutu diam) mempunyai tanggung jawab yang terbatas.
2. kelangsungan hidup CV sewaktu-waktu dapat terganggu karena para sekutu diam tidak ikut memikirkan jalannya CV
3. ada kesulitan bagi sekutu diam untuk menarik kembali modal yang telah disetorkan.

4. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / perseroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Keunggulan :
1. Mudah mengumpulkan modal dalam jumlah besar. PT mengeluarkan banyak saham yang nilai nominalnya relatif kecil, sehingga saham tersebut dapat dibeli oleh anggota masyarakat secara lebih luas
2. Kepemilikan mudah berpindah tangan
3.Tanggung jawab pemilik modal terbatas. Maksudnya, apabila badan usaha menderita kerugian maka pemilik tidak turut bertanggung jawab sampai harta pribadinya. Tanggung jawab pemilik terbatas pada saham yang ditanamkan.
4. Lebih efisien dalam kepemimpinan badan usaha
5. kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
6. modal dan ukuran perusahaan besar
7. kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham
8. dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
9. mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan
10. keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen

Kelemahan :
1. Biaya untuk mendirikan PT cukup besar.
2. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk mendirikan PT
3. sulit untuk membubarkan PT
4. Biaya organisasi PT relative lebih sulit jika dibandingkan dengan badan usaha yang lain.
5. Rahasia badan usaha kurang terjamin.
6. kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
7. Pajaknya besar

5. KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha rakyat yang memiliki organisasi berciri kekeluargaan. Kegiatan koperasi dilaksanakan berdasarkan prinsip koperasi sebagai salah satu gerakan untuk membangun ekonomi rakyat.
Keunggulan koperasi :
1. Menghindarkan resiko barang tidak laku
2. Tidak perlu iklan karena biasanya sudah ada pembelinya
3. Persediaan barang tidak berlebihan karena permintaan konsumen stabil

Kelemahan koperasi :
1. Modalnya terbatas
2. Biasanya manajemennya lemah
3. Rahasia tidak terjamin, karena diberitahukan kepada semua anggota
4. Sering terjadi pertentangan antara pengurus dan anggota

6. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara, kecuali ditentukan lain berdasarkan UU.

Keunggulan :
Menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi Negara, karena hasil produksinya memiliki nilai jual yang tinggi.

7. Kelemahan:
bila salah satu perusahaan yang ada dalam BUMN mengalami kerugian, maka pemerintah harus mensubsidinya, karena biasanya perusahaan ini sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak

Bentuk badan usaha yang lain
Kartel
adalah gabungan dari beberapa badan usaha untuk tujuan tertentu. Tujuan penggabungan bisa berupa menyeragamkan harga, jumlah produksi tiap unit, pembagian daerah pemasaran.

Trust atau Merger
bentuk gabungan beberapa perusahaan, menjadi satu perusahaan, sehingga menjadi perusahaan baru yang lebih besar dan kuat

Holding Company atau Akuisisi
Suatu perusahaan membeli kepemilikan perusahaan lain sebesar minimal 51% dari nilai totalnya, sehingga menguasai manajamen perusahaan yg dibeli kepemilikannya itu.

Concern atau Sindikasi
penggabungan perusahaan dengan tujuan utama konsentrasi untuk memperoleh sumber pembelanjaan, memberi pinjaman atau membeli perusahaan.

Konglomerasi
kepemilikan dari beberapa perusahaan baik sejenis, satu rumpun, atau berlainan jenis oleh satu orang atau satu grup pemilik

Aspek Badan Usaha Perusahaan
Badan usaha
Tujuan : Mencari laba atau memberi pelayanan
Fungsi : Kesatuan organisasi untuk mengurus perusahaan
Bentuk: Yuridis/hukum dapat berbentuk PT, CV, Firma, koperasi
Perusahaan
Tujuan : menghasilkan barang dan jasa
Fungsi : alat perusahaan untuk mencapai tujuan
bentuk : pabrik, bengkel, unit produksi

jadi perusahaan merupakan bagian dari badan usaha

Jenis badan Usaha Berdasarkan bidang kegiatannya
1. Bidang Ekstraktif adalah kegiatan yang bergerak dalam bidang pengumpulan kekayaan alam, yang telah tersedia tanpa merubah sifatnya. Contoh: pertambangan, pengambilan pasir di sungai, penebangan kayu di hutan dan penangkapan ikan laut. Badan usaha yang bergerak dalam bidang ini contohnya: PT. Garam, PDAM,

2. Bidang Agraris adalah kegiatan yang bergerak dalam bidang pengolahan alam (tumbuhan dan hewan) untuk menghasilkan barang baru. Contoh: pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan darat. Badan usaha yang bergerak dalam bidang ini contohnya: PTPN,

3. Bidang Industri dan Kerajinan adalah kegiatan yang bergerak dalam bidang pengolahan suatu bahan menjadi bentuk bahan/barang lain. Contoh: pabrik pengolahan kayu, pabrik pengolahan hasil laut dan lain-lain. Badan usaha dalam bidang ini contohnya: PT. Semen Gresik, PT. Unilever, PT. Gudang Garam

4. Bidang Perdagangan adalah kegiatan yang bergerak di bidang jual-beli barang hingga terjadi perpindahan hak milik barang tersebut. Contoh: pedagang keliling, toko swalayan, agen, grosir, eksport-import. Badan usaha dalam bidang ini contohnya: Ramayana, Carrefour, Giant, Matahari

5. Bidang Jasa adalah kegiataan yang bergerak di bidang pelayanan jasa. Contoh: usaha angkutan, perhotelan, perbankan, asuransi, salon dan lain-lain. Badan usaha di bidang ini contohnya, Bank BCA, PT. Telkom, PT. Jasa Marga

Jenis badan Usaha Berdasarkan kepemilikan modalnya
BUMS , modalnya milik swasta, contohnya:Maspion, Gudang Garam
BUMN , modalnya milik Pemerintah pusat , contohnya: PLN
BUMD , modalnya milik Pemerintah daerah , contohnya :Bank Jatim

Jenis badan usaha berdasarkan wilayah negara
PMDN , berasal dari dalam negara sendiri
PMA, berasal dari Pihak Asing /warganegara lain

FUNGSI BADAN USAHA
1. Fungsi Komersial
Berkaitan dengan usaha untuk menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing atau memberikan pelayanan yang berkualitas pada pelanggan

2. Fungsi sosial
berhubungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti penyediaan lapangan kerja, alih teknologi dan pengetahuan pekerja, perbaikan lingkungan hidup

3. Fungsi Ekonomi
badan usaha merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional antara lain: peningkatan ekspor, pemerataan pembangunan

Peran Badan usaha swasta dalam perekonomian
1.Sebagai mitra BUMN
2. Sebagai penambah hasil produksi nasional
3. Sebagai pembuka kesempatan kerja
4. Sebagai penambah kas Negara / pendapatan nasional

Posted by: catatansangraja | March 8, 2010

KONSUMSI

Pengertian dan Tujuan Konsumsi
Dalam kegiatan tertentu Anda sering mendengar istilah konsumsi, di mana tugas dari konsumsi adalah menyediakan makan dan minum. Dari contoh di atas berarti konsumsi adalah kegiatan makan dan minum. “Apakah konsumsi hanya berhubungan dengan makan dan minum saja?”. Konsumsi mempunyai pengertian kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna/manfaat suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan secara langsung. Dari pengertian tersebut tentu Anda akan menjawab pertanyaan berikut ini. “Apakah menonton televisi termasuk kegiatan konsumsi?”.

Agar mudah membedakan apakah suatu kegiatan merupakan kegiatan konsumsi atau bukan, maka Anda harus memahami ciri-ciri barang untuk konsumsi sebagai berikut:
1. barang yang digunakan dalam kegiatan konsumsi merupakan barang konsumsi.
2. ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan.
3. barang yang dipergunakan akan habis atau berkurang.

Sebelum membaca uraian berikutnya, Anda pilih dari tiga kegiatan berikut mana yang termasuk kegiatan konsumsi:
1. Tono mengangkut pasir dari sungai ke material.
2. Badu menonton film di bioskop.
3. Pak Toni menggunakan pupuk urea pada kebun singkongnya.
Jawaban yang benar adalah no. 2.

Setelah Anda dapat menentukan jawaban soal di atas, selanjutnya kita akan membahas tujuan dari kegiatan konsumsi. Ada empat tujuan kegiatan konsumsi:
1. mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap.
2. menghabiskan nilai guna barang sekaligus.
3. memuaskan kebutuhan secara fisik.
4. memuaskan kebutuhan rohani.

Agar pengertian Anda akan tujuan konsumsi makin tertanam, perhatikan kembali soal di atas. Apakah jawaban no. 2 tersebut menurut Anda termasuk tujuan konsumsi?

Guna dan Nilai Barang/Jasa
Cobalah Anda ingat kembali pengertian dari konsumsi sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Dari pengertian itu tampaklah bahwa setiap barang dan jasa yang dikonsumsi memiliki nilai/kegunaan. Misalkan Anda mengkonsumsi nasi, maka nasi bagi Anda memiliki nilai/kegunaan. “Apakah yang dimaksud nilai/kegunaan?” Nilai atau kegunaan adalah kemampuan suatu benda atau jasa untuk digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan.
Berikut ini adalah beberapa macam kegunaan yang meliputi:
1. Kegunaan unsur (element utility), artinya suatu benda memiliki kegunaan dilihat dari unsur benda tersebut. Contoh: terigu yang dipergunakan untuk membuat kue.
2. Kegunaan tempat (place utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dipindahkan tempatnya. Contoh: Pasir yang dipindahkan dari sungai ke toko bangunan.
3. Kegunaan waktu (time utility), artinya benda itu memiliki kegunaan apabila dipakai sesuai waktunya. Contoh: Payung digunakan pada saat hujan.
4. Kegunaan bentuk (form utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dirubah bentuknya. Contoh: Kayu gelondongan dirubah menjadi meja.
5. Kegunaan kepemilikan (ownership utility), artinya benda itu berguna jika telah dimiliki. Contoh: Mesin jahit yang dibeli dari toko mesin jahit.
6. Kegunaan pelayanan (service utility), artinya pelayanan atau service itu berguna jika diberikan. Contoh: Dokter mengobati pasiennya.

Selanjutnya nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua macam nilai:
1.Nilai pakai
Jika Anda menulis di buku pakai pensil, dikatakan pensil yang digunakan memiliki nilai pakai. Jadi apakah yang dimaksud dengan nilai pakai itu? Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai terbagi atas nilai pakai subjektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari penggunaan barang atau jasa. Nilai pakai objektif adalah nilai barang atau jasa yang ditinjau dari barang atau jasa tersebut. Coba Anda perhatikan contoh berikut. Cangkul bagi petani memiliki nilai pakai subjektif dan bagi bangsa Indonesia mempunyai nilai pakai objektif.
2.Nilai tukar
Apakah yang dimaksud dengan nilai tukar? Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lain. Nilai tukar terbagi atas nilai tukar objektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan barangnya. Nilai tukar subjektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan orang yang menukarkannya. Contoh: Orang yang hobi dengan lukisan akan mempunyai penilaian yang berbeda dengan orang yang tidak suka lukisan.

Teori Nilai Tukar Objektif
Nilai tukar objektif menurut beberapa pandangan teori nilai dinyatakan sebagai berikut.
1. Teori Nilai Biaya (Adam Smith)
Teori ini menekankan besarnya nilai suatu benda ditentukan oleh jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang/jasa tersebut.
2. Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja (David Ricardo)
Teori ini lebih menekankan bahwa besarnya nilai suatu barang sangat ditentukan oleh besarnya upah tenaga kerja untuk memproduksi barang tersebut.
3. Teori Nilai Tenaga Kerja Masyarakat (Karl Marx)
Menurut teori ini nilai suatu barang ditentukan oleh besarnya biaya rata-rata upah tenaga kerja masyarakat.
4. Teori Nilai Biaya Reproduksi (Carey)
Menurut teori ini nilai suatu barang berdasarkan biaya yang dikeluarkan bila barang tersebut diproduksi kembali.
5. Teori Nilai Pasar (Humme dan Lock)
Berdasarkan teori ini besar kecilnya nilai suatu barang sangat dipengaruhi oleh terbentuknya harga pasar.

Teori Perilaku Konsumen
a. Hukum Gossen I
Sebelum membahas lebih lanjut teori perilaku konsumen, coba Anda perhatikan orang yang sedang kehausan dan disediakan 5 gelas air. Apa yang dilakukan orang tersebut dengan 5 gelas air tersebut? Tentunya orang tersebut akan terus menerus meminumnya hingga dia merasa mendapatkan suatu kepuasan yang tinggi.

Menurut Anda apakah seseorang yang kehausan akan meminum semua gelas? Jawaban Anda pasti tidak. Dengan demikian nilai kepuasan gelas pertama dengan gelas yang berikutnya memiliki nilai kepuasan yang berbeda. Hal ini oleh Hermann Henrich Gossen diungkapkan dalam Hukum Gossen I yang menyatakan “Jika pemenuhan suatu kebutuhan dilakukan secara terus menerus, maka kenikmatan atas pemenuhan itu semakin lama akan semakin berkurang hingga akhirnya dicapai titik kepuasan”.
Hukum Gossen I berlaku dengan syarat:
• benda yang dikonsumsi satu macam dan sejenis.
• pemenuhan berlangsung secara terus menerus, tanpa tenggang waktu.
Hukum Gossen I tidak berlaku apabila:
• benda yang dikonsumsi berbeda macam dan jenisnya.
• terdapat jarak waktu antara pemenuhan pertama dengan kedua dengan orang yang berbeda-beda.
• tidak berlaku untuk benda-benda yang termasuk narkoba.

b. Hukum Gossen II
Dalam pemenuhan kebutuhan tentunya tidak semua orang hanya memenuhi satu kebutuhan saja. Misalkan Anda mempunyai uang sebesar Rp. 10.000,00. Apakah uang Anda akan dibelikan makanan seluruhnya? Tentunya Anda tidak akan menghabiskan uang Anda seluruhnya untuk membeli makanan. Sebagai seorang pelajar Anda akan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lainnya seperti membeli buku tulis, buku bacaan, alat tulis. Hal ini menunjukkan bahwa jika orang melakukan pemenuhan kebutuhan maka akan memperhatikan berbagai macam kebutuhan lainnya, dan berusaha mencapai kepuasan yang mendekati sama dari berbagai macam pemenuhan kebutuhan tersebut. Kecenderungan pemenuhan kebutuhan tersebut dituangkan dalam Hukum Gossen II yang menyatakan “Pada dasarnya manusia cenderung memenuhi berbagai macam kebutuhan sampai pada tingkat intensitas (tingkat kepuasan) yang sama”.

Untuk lebih memahami Hukum Gossen II ini, kita uraikan contoh uang Rp. 10.000,00 di atas. Misalkan dari uang Rp. 10.000,00 Anda gunakan untuk makan Rp. 3.500,00 dengan nilai kepuasan 7, untuk buku tulis dan alat tulis Rp. 4.000,00 dengan nilai kepuasan 6, untuk naik kendaraan Rp. 1.000,00 dengan nilai kepuasan 6,5 untuk buku bacaan Rp. 1.500,00 dengan nilai kepuasan 7.
Dari contoh di atas, Anda telah mengalokasikan uang secara rasional dan wajar, hingga masing-masing kebutuhan dapat dipenuhi dengan nilai kepuasan yang mendekati sama yaitu antara 6 sampai dengan 7.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi
Agar dapat melakukan konsumsi seseorang harus mempunyai barang atau jasa untuk dikonsumsi yang dapat diperoleh dengan menggunakan alat tukar berupa uang. Banyaknya barang yang dikonsumsi tergantung banyaknya barang yang tersedia di masyarakat serta harga barang tersebut.
Oleh karena itu besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
1. kemampuan masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi,
2. besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan, dan
3. tingkat harga barang-barang
4. besarnya selera dan intensitas kebutuhan
5. banyaknya jumlah dan jenis barang substitusi

Older Posts »

Categories